Buat Rilis Warga Rampi Ditandu, Kabag Humas Luwu Utara Berang ke Honorer

jusman, 16 Mar 2019,
Share w.App T.Me

LUWU UTARA - Gegara membuat berita tentang warga yang sakit di tandu ke puskesmas di Desa Tedeboe, Kecamatan Rampi, seorang honorer di Bagian Humas dan Protokol Pemda Luwu Utara mengundurkan diri.

"Saya menggundurkan diri di Humas karena merasa terkekang dengan sikap Kabag Humas yang tidak profesional dalam menyikapi berita," ujar Putri, Sabtu (16/3/2019).

Putri melanjutkan bahwa penggunduran dirinya ia ungkap melalui di WhatsApp sesaat setelah Kabag Humas, Syahruddin mengirim pesan berisi protes berita yang saya muat pada hari Jumat 8 Maret 2019.

"Tujuan saya membuat berita tersebut agar pemerintah pusat tahu kalau di Luwu Utara masih banyak wilayah yang terpencil dan berharap untuk di carikan solusi, apalagi sudah bukan rahasia karena banyak media yang muat sebelumnya," tangkis Putri.

Dalam pesan tersebut, Kabag Humas juga menuliskan bahwa harusnya Putri tidak memuat berita tersebut dan mengaku sudah capek memback-upnya karena sering dikomplain staf humas yang lain terkait pemberitaan.

Dihubungi awak media lewat telepon selularnya, Syahruddin membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan ada beberapa persoalan terkait dengan putri, antara lain tentang pemberitaan Lurah Salassa dan jalan di Rampi.

"Walau putri adalah seorang wartawan tapi harusnya lebih mengutamakan kepentingan humas dibanding medianya," kunci Syahruddin.

Diketahui, putri baru bergabung di humas sejak januari 2019.

Berikut rilis beritanya:

Pasien Di Tandu Selama 8 Jam, Membutuhkan Tenaga 1/2 Penduduk Desa

LUWU UTARA - Karena akses jalan yang tidak stabil seorang pasien di tandu dengan berjalan kaki selama 8 jam dari Desa Tedeboe, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Minggu (3/3/2019).

Diketahui pasien di tandu dari Desa Tedeboe ke puskesmas Rampi, Desa Sulaku Kecamatan Rampi. Medan yang ditempuh sekitar 12 KM dengan melewati gunung dan lembah dengan akses jalan yang licin dan becek.

Deg. Besse. Sulo yang mendampingi pasien mengatakan untuk merujuk pasien ke puskesmas rampi membutuhkan tenaga sebanyak hampir 1/2 dari penduduk desa Tedeboe.

"Setelah di rawat di puskesmas selama 2 hari kondisi pasien tidak membaik maka hari Selasa tanggal 5 Maret 2019, dokter Umum, Widy diputuskan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Hikmah Masamba, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara" ujarnya melalui WhatsApp pribadinya, Jumat (8/3/2019).

Besse melanjutkan perjalanan dari puskesmas rampi ke bandara rampi jaraknya sekitar 1 KM dan pasien harus di tandu lagi dengan medan yang sama. (*)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu